Sebagai bagian dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), siswa-siswi SMP Negeri 3 Bulu berpartisipasi dalam kegiatan bertema kewirausahaan, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Proyek ini berlangsung selama lima hari, dengan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengembangkan kreativitas, jiwa wirausaha, serta pengetahuan tentang pemanfaatan bahan pangan yang ada di sekitar.
Hari Pertama: Kuliah Umum dari Pakar UMKM Daerah
Kegiatan dimulai dengan pembukaan resmi dan kuliah umum dari pakar UMKM daerah. Para siswa mendapat wawasan berharga mengenai pentingnya inovasi dalam mengembangkan usaha kecil dan menengah berbasis bahan pangan lokal.
Hari Kedua: Pengenalan Bahan Pangan dan Jiwa Kewirausahaan
Pada hari kedua, siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Setelah itu, mereka menonton video tentang proses pengolahan bahan-bahan tersebut menjadi makanan yang bernilai jual. Materi tentang jiwa kewirausahaan juga disampaikan, memotivasi siswa untuk berpikir kreatif dan berani mengambil risiko dalam berbisnis.
Hari Ketiga: Perencanaan Produk
Setelah mendapatkan bekal materi, siswa dibagi ke dalam kelompok untuk mulai merencanakan produk makanan atau minuman yang akan mereka buat. Diskusi per kelompok mencakup pemilihan jenis produk, bahan baku, hingga desain kemasan yang menarik.
Hari Keempat: Praktek Membuat Makanan di Sekolah
Pada hari keempat, seluruh siswa mulai beraksi. Di dapur sekolah, mereka bersama-sama mempraktekkan proses pembuatan makanan dari bahan yang telah dipilih. Keceriaan dan semangat terlihat jelas saat setiap kelompok saling berbagi tugas untuk memastikan produk mereka berhasil.
Hari Kelima: Pembuatan Produk di Rumah
Kegiatan ditutup dengan tugas kelompok untuk membuat produk makanan dan minuman secara mandiri di rumah masing-masing. Setiap kelompok diharapkan menyelesaikan produk mereka dan mempersiapkan presentasi serta penjualan produk di acara bazar sekolah yang akan datang.
Proyek kewirausahaan ini tidak hanya mengajarkan siswa keterampilan praktis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai gotong royong, inovasi, dan tanggung jawab sosial. Kami berharap program ini dapat membekali mereka dengan kemampuan untuk menjadi generasi muda yang kreatif dan siap menghadapi tantangan masa depan.